
Men sana in corpore sano, di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat.Kenal donk dengan quote ini? Olahraga selain membuat tubuh sehat, juga membuat fresh pikiran kita lho. Sebaiknya sih olahraga memang rutin dilakukan ya supaya efeknya terlihat.
Ada berbagai macam olahraga yang biasa kita lakukan. Tapi, kali ini saya mau membicarakan tentang olahraga yang tidak biasa alias olahraga ekstrim. Gak semua orang memang mau dan berani melakukannya.

(Pic by: pixabay)
Apa sih olahraga ekstrim itu?
Olahraga ekstrim menurut Wikipedia yaitu olahraga tertentu yang dirasakan sebagai kegiatan yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi yang melekat. Kegiatan ini sering melibatkan kecepatan, ketinggian, aktivitas fisik tingkat tinggi, dan peralatan yang sangat khusus.
Dalam melakukan olahraga ekstrim memang harus dilatih terlebih dahulu, atau ada instruktur atau pihak ahli yang mendampingi. Sebaiknya jangan melakukan olahraga ekstrim sendirian bagi pemula atau tanpa pendamping.
Olahraga ekstrim banyak dilakukan karena memang menantang dan menguji adrenalin. Sekaligus juga sebagai pelepas stress. Saya termasuk yang melakukan olahraga ekstrim sebagai bentuk pelampiasan stress saya. Namun untuk dapat melakukan olahraga ekstrim tetap perlu diperhatikan kesiapan diri dan patuhi petunjuknya.
3 olahraga ekstrim yang pernah saya lakukan
Dari beberapa olahraga ekstrim yang ada, 3 jenis yang pernah saya lakukan yaitu:

(Pic by: pixabay)
Saat terjun, tali tersebut akan melar setelah mengambil energi dari lompatan, dan peloncat akan terlontar balik ketika tali tersebut memendek. Peloncat akan berosilasi naik dan turun sampai energi dari loncatan habis.
Pertama kali saya melakukan Bungee Jumping ini ketika saya berada di Bali. Di antara tahun 1996-1999 saya beberapa kali singgah di Bali dan akhirnya menetap hingga akhir tahun 1999.
Teman sekerja saya yang awalnya menawari tepatnya menantang saya untuk melakukan olahraga ekstrim ini. Kebetulan lokasi tempat bungee jumping itu merupakan lokasi yang sering kami lalui ketika berangkat kerja.
Dari awalnya becandaan, akhirnya sayapun tertantang untuk melakukan bungee jumping ini. Lokasi bungee jumping yang saya lakukan yaitu di area Kuta, namanya Bali Tower Bungy. Kebetulan ada teman yang bekerja disana dan menawarkan saya untuk mencoba.
Waktu itu belum banyak turis lokal yang melakukan bungee jumping. Bisa jadi tawaran teman saya itu jadi salah satu promosi untuk turis lokal seperti saya untuk berani melakukan olahraga ekstrim ini.

(Pic by: Bali Bungy)
Bungee jumping yang saya lakukan yaitu melompat dengan tali yang diikatkan di kaki. Sebagai keamanannya, tali juga diikatkan di pinggang dan sebelumnya diberikan petunjuk mengenai tata laksana lompatan.
Selain itu saya juga diperiksa tensi tubuh dan apakah ada penyakit jantung atau tidak. Biasanya olahraga ekstrim ini mensyaratkan pesertanya untuk bebas dari penyakit jantung dan fobia ketinggian.
Kalau ditanya rasanya..duh deg-degan banget, ngelebihin deg-degannya ketika mau ketemu pacar hehehe. Tempat saya melakukan bungee jumping ini berupa kolam renang dengan kedalaman lebih dari 2 meter. Tempat untuk saya melompat adalah tiang atau semacam menara di ketinggian kurang lebih 45 meter.
Yang saya lakukan ketika melompat yaitu menutup mata dan teriak sekuat-kuatnya. Jantung rasanya seperti tertinggal di udara, tapi lega rasanya setelah tubuh terayun-ayun di tengah kolam renang.
Rafting atau Arung jeram bisa dikatakan salah satu olahraga air yang dilakukan di sungai dengan debit air yang tinggi dan arus yang menantang.
Rafting pertama yang saya lakukan yaitu ketika saya mengunjungi Yogya untuk acara reuni kampus. Walau pernah lama tinggal di Yogya tapi saya belum pernah melakukan olahraga rafting ini.

(Pic by: pixabay)
Adalah teman kuliah saya Shinta yang menawari saya untuk melakukan rafting ini. Lokasi yang dipilih waktu itu adalah sungai Progo di daerah Magelang. Kesempatan ini tentu saja tidak saya sia-siakan.
Instruksi singkat yang saya peroleh dari instruktur saya perhatikan dan saya simak. Antara takut dan excited bercampur menjadi satu.
Setiba di lokasi saya diwajibkan menggunakan helm dan safety jacket. Dalam satu perahu diisi oleh 4 orang. Kebetulan sekali saat itu curah hujan cukup tinggi, hingga arus sungai terbilang sangat ekstrim.
Perjalanan rafting kami tidak terlalu panjang, pihak penyelenggara memilihkan kami rute yang tidak terlalu ekstrim. Namun begitu pengalaman rafting ini cukup membuat denyut jantung saya memompa cukup keras.
Bila ditanya apakah saya akan melakukan rafting lagi?Ya, saya mau melakukannya lagi, because it was fun and I really enjoyed it.
Olahraga ekstrim ketiga yang pernah saya lakukan yaitu banana boat. Jenis olahraga ini menggunakan perahu atau boat yang berbentuk pisang dan ditumpangi oleh maksimal 6 orang. Setiap penumpang dilengkapi oleh helm dan safety jacket.
Banana boat ini dijalankan dengan cara ditarik oleh kapal mesin di depannya dan dibawa mengelilingi tengah laut sesuai batas yang diijinkan.

(Pic by:
Pengalaman menaiki banana boat ini pertama kali saya lakukan ketika saya di Bali, tepatnya di Bali Water Sports, Tanjung Benoa, Nusa Dua. Lagi-lagi karena kemurahan hati seorang teman saya dapat mencoba olahraga ini secara gratis karena saya dapat membawa tamu turia asing membeli paket wisatanya.
Kami menggunakan banana boat dengan kapasitas 4 orang. Kapal mesin yang berada di depan membawa kami ke tengah laut dan berputar-putar selama kurang lebih 30 menit.
Rasanya sih seperti naik kapal mesin biasa, tapi bedanya banana boat ini dibawakan dengan kecepatan tinggi dan terkadang membelok tajam. Untungnya sih ketika pertama kali menaikinya, kapal kami tidak sempat jatuh.
Sensasi yang dirasakan begitu menguji adrenalin dimana batas antara kapal dan laut begitu dekat. Hilang keseimbangan dikit aja, kapal bisa langsung terguling. Disinilah diperlukan kerjasama antar penumpangnya.
Kali kedua menaiki banana boat ini saya rasakan di pantai Anyer, Serang, Banten bersama keluarga besar. Tidak jauh berbeda dengan di Bali, banana boat yang kami naiki juga ditarik dengan kapal mesin di depannya.
Dari ketiga olahraga ekstrim yang saya lakukan ini, bungee jumping yang termasuk paling menantang dan menguji adrenalin. Walau saya tidak fobia ketinggian, tapi terjun ke bawah di ketinggian 45 meter termasuk suatu prestasi dan pengalaman yang tidak terlupakan.
Tips dari saya kalau mau ikut mencoba melakukan olahraga esktrim, yaitu:
- Pastikan tidak mempunyai riwayat penyakit jantung
- Tidak takut/fobia ketinggian
- Siapkan mental dan fisik
- Perhatikan dan simak instruksi dari instruktur yang menjadi pendamping
- Kenakan semua perlengkapan dan bila perlu lakukan latihan
Posted from my blog with SteemPress : http://hiqudsstory.com/3-olahraga-ekstrim-yang-menguji-adrenalin/
Assalamuailaiku buk, memang sulit untuk mendapatkan dukungan. sedikit saran dari saya, kalau ibu mau mendapatkan dukungan, itu cukup bagus jika melalui kominitas ocd. mereka memiliki komunitas yang besar dan memiliki kekuatan hp yang besar. tulis dalam bahasa inggris dan posting di hive.blog, dan pilih katagori ocd